Senin, 04 Januari 2016

Jalan-jalan ke Ancol

So, kali ini aku bersama temanku berniat mencari udara segar alias refreshing ke Ancol. Lama tinggal di Jakarta selama merantau tapi ngga pernah mengunjungi Ancol membuatku lupa akan suasana Ancol yang waktu dulu kecil bersama keluarga pernah kesana. Haha...ya sedikit bernostalgia masa kecil dulu jadinya. Tapi sepertinya Ancol banyak perubahan disana-sini daripada dulu, laiya wong sudah 20 tahun yang lalu perbedaannya.

Kita berangkat dari halte slipi-kemanggisan menuju halte Grogol. Dari grogol kita pindah koridor menuju ke arah Harmoni, beruntung kita mendapat bus TJ yang langsung ke arah halte Senen, jadi kita tidak perlu turun ke halte Harmoni menunggu bus yang menuju ke halte Senen. Turun di Senen kita pindah koridor lagi menuju ke arah Ancol. Bus arah Ancol tepat berhenti di pintu masuk pengunjung Ancol, setelah membayar HTM 25000 rupiah per orang kita masuk ke kawasan Ancol.

Beneran aku lupa dengan keadaan Ancol waktu dulu kecil, bener-bener banyak perubahan disana-sini. Dengan sok tahu kita mencoba mengitari Ancol dengan berjalan kaki saja sambil aku menyiapkan sketch book dan drawing pen untuk berburu sketsa di perjalanan. Kita berjalan ke arah Pantai Marina yang merupakan deretan pemukiman mewah di pinggir kanal menuju ke laut. Banyak kapal cepat yang berjejer di sepanjang dermaga kanalnya, aku mencoba untuk mensketsa keadaan disana.

            Kapal cepat bersandar di dermaga kanal Pantai Marina


Dari pantai marina kita melanjutkan perjalanan ke arah timur Ancol. Cuaca cukup panas saat itu tapi kita tetap nekat berjalan di sepanjang bibir pantai Ancol, padahal kita tahu ada transportasi bus wara-wiri yang bisa mengantar kita keliling kawasan Ancol. Kita berjalan perlahan menuju kawasan tengah ancol yang cukup ramai pengunjung, Di seberangnya ada Hotel Putri Duyung yang memiliki bangunan eksotik mirip rumah nanas Spongebob

Deretan bangunan kamar hotel yang mirip rumah Spongebob :p

Hari sudah siang dan kita merasa lapar. Cuaca sempat hujan deras, namun untungnya tidak lama dan kita segera mencari tempat makan untuk sekedar mengisi perut yang lapar. Jalan jauh cukup membuat tenaga kita terkuras dan perut yang kelaparan. Sambil menunggu pesanan datang saya mencoba mensketsa cepat seorang anak yang tengah makan bersama keluarganya.

Seorang gadis kecil yang sedang makan

Habis makan, lalu kita memutuskan untuk melanjutkan mengitari Ancol sampai ujung terakhir, namun karena sudah bosan berjalan dan terlalu lelah kita mencoba untuk naik bus wara-wiri. Bus wara-wiri mengantar kita sampai ke pantai Ancol beach city, lalu berputar ke arah Eco Park. Kita turun disitu dan masuk ke dalam Eco Park. Eco Park merupakan wahana taman tempat konservasi lingkungan. 

Dari Eco Park itu kita memutuskan untuk pulang karena hari sudah beranjak malam. Takut karena jalur Bus TJ yang ke arah pulang akan habis jadwalnya. Di dalam bus aku sempatkan untuk mensketsa interior di dalam bus. Merasa tertantang untuk mensketsa di dalam bus yang bergoyang-goyang cukup kencang.


                                            
Interior Bus Transjakarta 

Owraik, demikian perjalanan kali dari aku, sayonara, sampai berjumpa lagi!

Senin, 28 Desember 2015

Sketsa di Bogor

So, waktu itu aku diajak oleh kawanku untuk berburu sketsa di Bogor. Karena di Bogor banyak sekali spot dan tempat-tempat bersejarah yang unik dan cantik untuk kita sketsa. Banyak gedung-gedung tua di kota Bogor ini yang bisa kita jadikan bahan untuk kita sketsa. Hari itu hari Minggu dan perjalanan dimulai dari stasiun kereta api Palmerah, aku naik KRL menuju Bogor, namun harus singgah ke Stasiun Sudirman karena menunggu kawanku yang disana.

                                                                    Stasiun Sudirman

Sketsa pertama yang aku buat adalah sketsa aktifitas di stasiun Sudirman. Sembari menunggu kawanku yang tak kunjung juga datang-datang. Cuaca di stasiun Sudirman saat itu cerah dan kebanyakan orang-orang disitu sehabis jalan-jalan di sekitaran Sudirman-Thamrin yang sedang ada Car Free Day. Kawanku datang dan tak lama keretapun datang, kita langsung cuss ke Bogor.




Gedung Kejaksaan Bogor

Sesampainya di Bogor kita langsung saja segera jalan ke arah Kebun Raya Bogor yang tidak jauh dari Stasiun Bogor. Kita berpencar sendiri-sendiri untuk mencari spot yang menurut kita bagus untuk di sketsa. Aku menemukan gedung lama di seberang istana Bogor, Gedung Kejaksaan Bogor. Langsung saja aku mengambil posisi yang nyaman untuk mulai mensketsa.


Nunggu hujan, sketsa interior Dunkin Donut

Bogor memang pantas disebut sebagai kota hujan, karena hampir sepanjang tahun hujan. Dan saat itupun hujan mengguyur hampir seharian. Sembari berteduh, aku mensketsa interior dari restoran Dunkin Donut ini. Hujan lebat tak kunjung reda hingga sore hari, kita memutuskan untuk pulang saja akhirnya walaupun hunting kali ini belum seberapa.

Kita pulang kembali ke Jakarta dengan KRL. Karena dirasa perburuan sketsa kita masih kurang banyak, jadinya selama di dalam KRL kita mencoba untuk mensketsa keadaan di dalam. Hemm...ada banyak objek yang menarik sekali ternyata dan aku dapat ini....

                                           
                                                          Sketsa gadis di kereta 

Itu orang aslinya :D

 
Dan perjalanan berburu sketsa kali ini kita akhiri sampai disini....Sayonara!







Selasa, 18 Agustus 2015

Jono the singing rabbit


Ini adalah Jono. Seorang kelinci yang gemar bernyanyi dengan gitarnya. Berkeliling dari rumah ke rumah, warung ke warung dan toko ke toko demi sesuap wortel untuknya. Bagi Jono menyanyi adalah jalan hidup yang menghidupinya.